Patut dijadikan Pahlawan, Mengenang Alm, Ryanto Saat Evakuasi Bom dari Gereja Eben Haezer Mojokerto

Patut dijadikan Pahlawan, Mengenang Alm, Ryanto Saat Evakuasi Bom dari Gereja Eben Haezer Mojokerto

JAKARTA Metroindonesia.id, Parsadaan Situmorang Sipitu Ama dohot Boruna (PSSAB) Se-Jabodetabek, mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSSAB se-Indonesia pada Kamis 24 Desember 2020, melangsungkan Zoom Meeting dengan Bapak Sukarmin dan Ibu Katinem, Orangtua dari Almarhum Ryanto yang merupakan salah seorang anggota BANSER NU yang telah meninggal dunia akibat ledakan Bom saat mengevakuasi bom dari lokasi Gereja Eben Haezer Mojokerto.

Hal tersebut untuk dikenang sebagai Peristiwa Bom malam Natal Gereja Eben Haezer Mojokerto Tahun 2000.

Perwakilan dari PSSAB Se – Jabodetabek menyampaikan bahwa PSSAB se-Indonesia bahkan se-dunia tidak akan pernah melupakan Pengorbanan Mas Ryanto dua puluh tahun silam. Perbuatannya patut diingat dan ditiru oleh anak-anak Bangsa dalam merawat serta mempertahankan Kerukunan Umat lintas agama di NKRI.

Dalam kesempatan tersebut Perwakilan dari PSSAB juga menyampaikan Ungkapan Kasih kepada keluarga Mas Ryanto yang berasal dari partisipasi para orangtua, pengurus dan anggota PSSAB.

Keluarga Besar PSSAB melalui perwakilannya juga turut menyampaikan selamat atas terpilihnya Bapak Yaqut Cholil Quomas yang merupakan Ketua Umum GP ANSOR – Panglima Banser NU menjadi Menteri Agama yang baru, dengan harapan bahwa kiranya dalam masa kepemimpinan beliau di Kementerian Agama Republik Indonesia, Kerukunan Umat Beragama di Bangsa ini terjalin semakin erat, semakin kuat dan mantap sesuai dengan amanah Pancasila dan UUD 1945.

Sekali lagi, akan selalu dikenang Pengorbanan kader BANSER NU Almarhum Ryanto, 20 tahun silam, menjadi teladan dalam menjaga dan mengawal kerukunan antar umat beragama, walau sampai mengorbankan jiwa dan raga.(zul/yun)

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI