Pemeliharaan Priodik Jalan DAK I Padang Panjang

Pekerjaan dianggap Amburadul. Kadis Dan Kabid BM PUPR terkesan bukan persoalan.

Padang Panjang.metroindonesia.id | Pekerjaan Pemeliharaan Priodik Jalan DAK I TA 2020 yang dikerjakan oleh pelaksana PT.Berakit Jaya, mendapat penilaian buruk bagi pengguna jalan dan warga sekitar Padang Panjang.

Dari hasil pantauan LSM AMPERA Indonesia,Koordinator, Rahmad Ilham, SH menyampaikan adanya penyimpangan pada teknis pengerjaan ruas jalan Anas Karim Pasar Usang Kec.Padang Panjang Barat, jalan Abdul Muis dan Jalan Imam Bonjol.

Dimana PT.Berakit Jaya  pada Kamis 17/12 siang melakukan pekerjaan Hotmix dalam kondisi hujan lebat, yang secara teknis dapat mempengaruhi mutu dan kwalitas pekerjaan.

Ketika diminta tanggapannya, Kadis PUPR Kota Padang, Wilda Yusar menyampaikan melalui pesan singkat WhatsApp ” Ambo telah instruksikan kalau hari hujan tidak boleh menghampar aspal,”

Selain Intruksi, Wilda Yusar juga menyatakan “Konsultan dan anggota PUPR stand by dilapangan”, padahal, media tidak melihat sosok yang dimaksud, meskipun ditanyakan kepada pekerja.

Selain adanya pelanggaran teknis pengerjaan perawatan jalan DAK 2020 Ilham juga menyampaikan pelaksana telah mengabaikan UU K3, karena tidak melihat para pekerja terapkan K3, serta Protap Covid- 19,

Menyikapi pelaksanaan paket Pemeliharaan Priodik Jalan DAK Paket I, yang tersebar di 6 ruas jalan di Kota Padang Panjang, yakni jalan Lubuk Mata Kucing, Jalan Komplek Pasar Sayur, Jalan Gudang Garam, Jalan Tembus Kampung Jawa, Jalan RSUD Ganting, dan Jalan Rao- rao Koto Katiak, diduga sarat KKN, Rahmad Ilham berharap kepada Institusi hukum daerah itu, tidak ” picing mata”, pintanya.

Ditegaskan Rahmad Ilham, terkait penggunaan uang rakyat oleh PT. Berakit Jaya dan Dinas PUPR, dari dana DAK tahun 2020 dengan Pagu anggaran Rp. 5.752.509.000, selain berpotensi di jerat UU Tipikor juga abaikan nasib warga, pihaknya akan laporkan ke Tipikor Polda serta Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, ujarnya. (eb/rmr)

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI