Euricco Guterres SE. MM Ketum DPP FPMP, Pentingnya Rembuk Bersama, untuk Mencegah Ancaman Stabilitas Nasional

Euricco Guterres SE. MM
Ketum DPP FPMP, Pentingnya Rembuk Bersama, untuk Mencegah Ancaman Stabilitas Nasional

DEPOK, Metro Indonesia.id,-Gerak langkah strategis organisasi Front Pembela Merah
Putih (FPMP), diperlukan inovasi baru.

Hal itu disampaikan Euricco Guterres SE. MM
Ketum DPP FPMP, pentingnya revitalisasi tentang kebijakan atau arah gerak langkah organisasi katanya kepada wartawan, di sekretariat DPC FPMP kota Depok jln Tirta Bahagia Raya Depok Timur Rabu (16/12/2020)

Euricco Guterres menuturkan, pembenahan kepengurusan untuk menjalankan roda organisasi yang sejak awal dibentuknya FPMP.

Selain pembenahan kepengurusan, juga legalitasnya perlu dibenahi, sebab FPMP kota Depok merupakan salah satu yang pertama terbentuk pungkasnya.

Terkait internal organisasi FPMP kota Depok, tentunya kita kn memerlukan pemikir serta inovasi untuk membangun semangat pengurus, anggota serta para kader

Diakuinya, untuk membenahi organisasi diperlukan finansial yang cukup besar, namun kesemuanya itu tergantung dari konsep organisasi FPMP sebutnya.

Soal sumber dana organisasi, kita tak perlu bermain proyek, tetapi kita bisa buka usaha untuk mensejahterakan anggota, seperti ternak hewan sapi, kambing dan usaha kecil menengah (UMK) serta usaha lainnya.

“saya ingin menyampaikan beberapa kebijakan organisasi, karena saya diundang oleh DPD FPMP kota Depok, kita ini punya organisasi bernama Front Pembela Merah Putih, yang kami dirikan sudah 21 tahun silam, dimana waktu itu saya didalam penjarakan oleh karena membela Republik Indonesia.

Saat itu, kami berkumpul kembali dengan secara baik, kecuali ingin menyikapi kondisi bangsa saat ini yang sangat mengkhawatirkan dan mengusik rasa nasionalisme anak bangsa dari sabang sampai maroke, berikut penanganan Covid-19 di tanah air.

Eurico Guterres juga sampaikan masalah perkembangan stabilitas nasional, belakangan ini marak pernyataan – pernyataan dari kalangan elit yang dinilainya tidak memberikan solusi terhadap kemajuan bangsa.

Saat ditanya wartawan terkait maraknya, gerakan sparatisme, terorisme, radikalisme dan kelompok intoleransi.

Terkait hal itu jawab Eurico Guterres, tentu ada penyebabnya, karena, dia menilai hubungan diplomatik kita di luar negeri kurang hebat, soal gerakan Papua, hingga kini tidak kunjung selesai diatasi masalahnya, hingga ada orang yang melakukan deklarasi papua merdeka di satu negara, anehnya mewakili negara orang lain, dan Ironisnya, dianya Indonesia. “Soal Papua itu hampir persis dengan kejadian di Timor Timur”, ungkap Euricco Guterres,

Maka dari itu, saya datang kesini untuk membangkitkan semangat nasionalisme pada pengurus dan anggota, termasuk simpatisan FPMP diseluruh Indonesia.

Mari kita bangkit untuk saling menghargai saling menghormati perbedaan pendapat, kita fokuskan konsentrasi bangkitkan kembali rasa nasionalisme kita rasa persatuan dan kesatuan agar dapat membantu memberikan masukan – masukan yang terarah dan bertanggung jawab kepada bapak Presiden Ri Jokowi.

Pejabat yang dihadapkan dengan suatu masalah yang luar biasa, seperti masalah papua, tadi ketika mereka mengambil kebijakan-kebijakan tentang kedaulatan, tentu jangan sampai ada kekeliruan atau kelalaian, karena masalah Papua sangat fatal bila ditangani dengan salah yang menyebabkan melukai rasa nasionalisme anak bangsa.

Karena itu saya bilang, bahwa bapak presiden tolong lihat betul sebelum mengeluarkan pernyataan yang terjadi di Papua, dan menyikapinya yang dilakukan oleh orang yang mendeklarasikan Papua merdeka, dan siapa pendana dibelakang ingin mendeklarasikan Papua merdeka itu

Terkait dengan separatisme, terorisme, radikalisme, Narkoba dan intoleransi tentu ada sebab kenapa mereka semudah itu melakukan gerakannya, sebaiknya kita semua merapatkan barisan, berembuk dengan para ulama, tokoh masyarakat didengarkan semua, walaupun hari ini kita berbeda pendapat. Sebab negara ini terbentuk atas dasar konstitusi dan kesepakatan bersama rakyat indonesia.

Keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang tengah dirudung masalah ini, agar bangkit dari keterpurukan ekonomi, maka untuk ketahanan dan pertahanan itu, perlunya adanya rembuk nasional

Terkait situasi dan kondisi saat negara seperti ini saya sungguh sangat prihatin. Membangun negara, tidak harus infrastrukturnya, namun, rasa nasionalisme serta sumber daya manusianta juga harus terbangun, upaya meningkatkan ekonomi rakyat ucapnya.

Ancaman disintegrasi itu bisa saja terjadi kapan saja, jika kita lalai mengurus rakyat yang majemuk dengan suku, budaya dan agama ini, pungkas Eurico Guterres.

Acara Diskusi Revitalisasi kepengurusan FPMP dihadiri oleh Pranoto mewakili kantor Kesbangpol kota Depok, ketua FPMP Jabar, dan FPMP kota Depok serta jajaran berjalan lancar dengan protokol kesehatan. (Yuni)