Klaim Hutang Sepihak

PT. Perfetti Van Melle Indonesia (PT. PVMI)  jadi penghalang kemitraan

Bogor, metroindonesia.id | “Masa dibilang saya yang harus tanggung-jawab atas adanya tagihan yang tidak terbayar dalam kerjasama pengolahan limbah perusahaan antara PT PVMI dengan Forum Warga pada sekitar tahun 2012 waktu itu ?” ungkap Dace Mulyana (60.th) salah seorang warga Rt.01/02 kelurahan Nanggewer Mekar, Cibinong Bogor (warga sekitar PT. PVMI) yang merupakan salah seorang aktivis lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Bogor kepada MetroIndonedia.id.

 

“Setiap saya menemui pihak perusahaan guna menjalin suatu program kerjasama/kemitraan usaha dalam hal pengolahan limbahnya, pihak PT. PVMI selalu mengaitkan bahwa saya dianggap *bertanggung jawab* atas tunggakan hutang pembayaran dari pihak FORWAR (Forum Warga) kepada PT. PVMI yang terjadi pada tahun 2012 dulu, sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh sdr. Agus dan sdr. Beni selaku bagian Purchasing dari PT. PVMI, hingga rencana kemitraan tersebut tidak pernah terwujud kembali.”

“Saya merasa *terzolimi* dengan vonis sepihak tersebut. Sedangkan pada tahun-tahun tersebut saya hanyalah sebagai *koordinator* FORWAR dan tanggung jawab pelaksanaan dari pada kerjasama dengan PT. PVMI dipegang oleh saudara Muhtadin (50th) yang juga salah seorang warga sekitar.

Pihak perusahaan dan pemerintahan setempatpun (kelurahan) jelas mengetahui tentang itu.

Bahkan _anggapan_ tentang uang setoran limbah untuk PT. PVMI dibawa kabur oleh sayapun santer berhembus di masyarakat.

Bahkan terhentinya kerjasama pengolahan limbah dengan PT. PVMI pada tahun berikutnya (2013) dikarena kasus hutang tersebut.”

“Sungguh saya berharap agar PT. PVMI dapat memberikan pernyataan resmi terkait hutang sebesar Rp.87 juta yang dikatakan sebagai tanggung jawab saya dan menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya kepada warga setempat khususnya.” ucap Dace sambil mengakhiri keluhannya.

“Seingat saya waktu itu..setiap ada permasalahan terkait kerjasama pengelolaan limbah PT. PVMI saat itu, selalu dibicarakan, dikomunikasikan dan dikalkulasikan antar berbagai pihak terkait.

Bahkan sayapun pernah mengkordinasikan pertemuan antara pihak pengelola limbah/warga/FORWAR saat itu dengan PT. PVMI tentang keberatan dan KERUGIAN yang harus ditanggung pengelola/warga/FORWAR dengan *Nilai kontrak* yang harus dibayarkan” demikian ucap Hadiyanto selaku Lurah Nanggewer Mekar pada tahun 2012/2013 saat itu ketika dikonfirmasi MetroIndonesia.id melalui sambungan telpon.

“Yang jelas setiap ada permasalahan selalu dikomunikasikan dan dimusyawarahkan, mengenai kerugian bisa ditanyakan ke Muhtadin, karena hal tersebut yang tahu adalah manajemen Forwar” lanjut mantan Lurah Nanggewer Mekar tersebut melalui chat WA.

Adapun berbagai upaya konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak perusahaan (PT. PVMI) belum berhasil kami peroleh.

Bahkan saat untuk yang kedua kalinya MetroIndonesia.id mendatangi perusahaan PT. PVMI untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi perihal terkait, hanya ditemui oleh salah seorang security yang bernama Afian mengatakan bahwa ” Pak Agus sedang tidak berada di tempat dan tidak bersedia memberikan no kontaknya.”[] Hardadi

 

By Hardadi S.