Ada Kabar Jual Beli Limbah di PT KNH Garmindo Jaya

Satu orang warga merasa di rugikan ratusan juta atas transaksi jual beli fiktif

Bogor, metroindonesia.id | Pademi Covid-19 yang tengah berlangsung sejak Maret 2020 ternyata ‘cukup memukul’ keberlangsungan usaha yang ada, baik perusahaan biasa hingga perusahaan berlabel Kawasan Berikat sekalipun.

Kecemasan bahkan kepanikan melanda segenap masyarakat dan para pelaku usaha dalam menjalankan usaha dan kehidupan hari-harinya,

Terduga Ika

Berawal adanya kabar tentang adanya rencana PT. KNH Garmindo Jaya yang berada di jalan Bintang Mas, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang hendak melakukan penjualan atas berbagai limbahnya baik yang berupa sisa gulungan kain ataupun pakaian jadi hasil produksi yang berada di dalam gudang.

Rencana penjualan limbah sisa barang dan hasil produksi dari perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat dari Kementrian Keuangan tersebut adalah untuk membayar gaji para karyawannya.

Terkait adanya kabar tentang rencana “cuci gudang limbah” tersebut, munculah sosok berinisial Ik, seorang wanita yang mengaku sebagai  orang dekat di perusahaan yang dapat mengurus berbagai dokumen yang diperlukan dalam transaksi penjualan limbah, sisa barang dan produksi dari perusahaan Kawasan Berikat tersebut.

“Keleluasaan & kebebasan dari sdri Ik untuk keluar-masuk bahkan membawa masuk orang untuk memperlihatkan tumpukan barang di gudang penyimpanan PT. KNH Garmindo Jaya.. benar-benar meyakinkan saya bahwa dia adalah pemegang kuasa dari penjualan limbah tersebut.” demikian ucap seorang warga yg tidak bersedia disebutkan namanya saat ditemui oleh MetroIndonesia.Id beberapa hari yang lalu.

“Sayapun percaya memberikan sejumlah uang sebagai uang muka pembayaran limbah sisa bahan kainnya,  dari salah seorang pegawai  perusahaan mengaku secara lisan telah menerima uang untuk pembayaran limbah perusahaan.

Satu bulan telah berlalu, limbah yang telah dibayar tak kunjung di terima pembeli, yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Iya pak.., Saya sudah bayarkan pajak 185 juta untuk pakaian jadinya dan 4,1 untuk SUCOFINDO nya, semua sudah beres, barang tinggal kami angkut saja.” demikian ungkap Ik saat di konfirmasi metroIndonesia.id.

“Rencana penjualan limbah pabrik dan sisa stok tersebut untuk pembayaran upah dan gaji karyawan yg tertunda-tunda dikarnakan order sangat minim di perusahaan kami, lagi pulah PT. KNH hanya menerima kerjaan orang lain dengan ongkos kerja murah sekali per pcs.

A P D numpuk di dalam pabrik bahkan diluar pabrik sampai sekarang belum dibayar oleh yg memberi supkon tersebut,” konfirmasi dari YOS selaku HRD Manager PT. KNH Garmindo Jaya.

“Sedangkan terkait pernyataan dari sdri Ik.CS, tentunya bukan ranah kami untuk mengomentarinya, dikarenakan beliau(IKA) bukan berada dalam internal PT. KNH.” seraya mengakhiri percakapan via WA kepada MetroIndonesia.id.[] Hardadi S.

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI