Ada Apa Dengan Kementerian PUPR

LSM Ampera Indonesia Permainan di Tingkat Pusat yang menimbulkan proyek proyek yang ada di Sumatera Barat diduga tidak sesuai komitmen.

Padang, metroindonesia.id  | Diduga ada permainan pada pengadaan barang dan jasa di Kementerian PUPR, mulai dari pelaksanaan lelang dimulai pada Pelaksaan tender  melalui BP2JK, kemudian penerbitan SPPBJ sampai ke komitmen fee ke dalam (Direktur Red).

Ada dugaan dari permainan yang di maksud nilai proyek berkurang antara 10 sampai 15 persen yang akan berdampak pada mutu pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja

LSM AMPERA Indonesia di Sumatera Barat mencoba melakukan penelusuran pekejaan Pergantian Jembatan Batang Agam ( PLTA ) Kec. Baso Kab.Agam di kerjakan oleh pelaksana PT. Amar Permata Indonesia.

Dari hasil penelusuran, kepada metroindonesia.id Zulkifli, SH menyampaikan ada beberapa catatan yang harus segera di sikapi pada proyek senilai  Rp.31.564.771.000,- sesuai perjanjian kontrak  No.85/PPK/SK-PJN I-Sb.01.23.1.1/II/2020, tanggal 28 Februari 2020 ( 240 Hari Kalender ).diantaranya :

1. Masa pelaksanaan pekerjaan sudah melewati batas waktu.

2. Pengamanan dan pengalihan lalu lintas yang tidak profesional mengakibatkan gangguan pada pengguna jalan.

3. pemakaian tanah timbunan pada pelebaran jalan dan pemeliharaan jembatan, tanah timbunan (Oprit), diduga tidak menggunakan timbunan pilihan,

4. minimnya para pekerja, memakai kelengkapan K3 nya dan protap Covid 19.

Sementara Satker PJN Wilayah 1, Tahibur, ST.M.Sc, melalu ponselnya, terkesan berdalih, “Karena pandemi, paket jembatan ini di Refocusing sampai april 2021 alasan tersebut hampir serupa dengan pengerjaan jembatan Batang Siat Dhamas Raya.

Dari penelusuran Metro Indonesia melalui Google maps belum di temukan Kantor PT Amar Permata Indonesia.

Namun, Zulkifli, mengkonfrotir tanggapan Tahibur, bahwa tambahannya CCO ( Contract Change Order) pada jembatan tersebut patut dicurigai sarat Mark- Up volume karena menurut sebuah sumber sebutkan tidak ada perbandingan harga, demikian tingkahnya.

Zulkifli, mencurigai kuat dugaan ada permainan mata antara Satker dengan rekanan. Karena Oprit pada jembatan tersebut bukan tanah timbunan pilihan, ini jelas – jelas ada persengkongkolan, ujarnya. [] Eb