Rakernas Pewarna Indonesia Tahun 2020, Karya Warna Dalam Pergumulan Bangsa

Rakernas Pewarna Indonesia Tahun 2020, Karya Warna Dalam Pergumulan Bangsa

BOGOR, Metroindonesia.id,- Upaya peningkatan kinerja organisasi dan penyusunan program kerja, Pewarna (persatuan wartawan nasrani) Indonesia gelar rapat kerja nasional (rakenas) ke – V yang dimulai 1 hingga 3 Desember 2020 bertempat di Villa Habitat Hills Cilember, Cisarua, Bogor Jawa Barat.

Acara Rakernas ke V Pewarna Indonesia diawali Khotbah Pendeta Anton Tarigan, mengutip ayat dari Markus 1:3.

“Ada suara orang yang berseru-seru di padang belantara, Siapkanlah jalan bagi Tuhan, buatlah jalan-Nya lurus”.

“Adalah suara orang yang berseru-seru di padang belantara, Sediakanlah jalan Tuhan dan luruskanlah lorong-lorong-Nya!”

Sebagai wartawan Pewarna, hal ini sangat penting didalam kompetensi dalam pergumulan bangsa, jika ingin berkontribusi harus berani dijalan yang benar, Pewarna Indonesia sebagai wartawan nasrani tidak membatasi liputan dengan orang nasrani saja, melainkan kepada seluruh umat manausia.

Sampaikanlah pesan dan berita kebenaran dari tulisan dari berbagai semua elemen, serta unsur-unsur lain juga dari narasumber yang dapat masuk kedalam kehidupan khalayak masyarakat luas dalam pergumulan bangsa.

Dikatakan Pendeta Tarigan, fungsi Pewarna Indonesia adalah sebagai sosial kontrol, dan pewarna harus mampu menyesuaikan fungsi dalam mewarnai pergumulan bangsa saat ini.

Memang tidak lah mudah dalam menerapkan fungsi informasi yang berbicara dalam sosial control ditengah masyarakat yang majemuk serta multi sosial budaya dan agama ini, tuturnya.

“Kita bisa menjadi sangsakala yang berseru bila mempunyai warna, Perwata Pewarna harus memiliki yakni :

1. Carakter,
Pewarna harus memiliki karakter kebangsaan, menjadi hamba Tuhan dan mencerminkan sifat kristus, yaitu mengimplementasikan suatu pemberitaan yang tidak berubah-ubah, yang membingungkan pembaca.

2. Capasitas, pewarna harus memiliki kemampuan atau kapasitas dalam mengolah berita kebenaran ke publik.

3.Competensi, Pewarna harus mampu mengalihkan pemberitaan yang menjadi perhatian bagi orang banyak dan juga mengedukasi tentang apa yang sesungguhnya terjadi.

4. Colour, dibutuhkan keberanian agar dapat memberitakan kebenaran sebagai warna dalam kehidupan bangsa yang penuh dengan pergumulan.

5. Coneksi, harus mampu berbaur untuk membangun koneksifitas untuk bisa berpengaruh bagi seluruh bangsa yang luas dalam kancah penyebaran berita.

6.Coreksi, pewarna harus berani untuk mengkoreksi jika berita yang beredar di masyarakat menyesatkan.

7. Care, pewarna harus ada rasa kasih atau belas kasihan untuk dapat bergerak dalam kepedulian melakukan hal hal yang membantu sesamanya,

“Biarlah pewarna mempunyai peranan bukan hanya sekedar saja tetapi menjadi warna yang cemerlang dan bermanfaat bagi semua mahluk hidup” akhir khotbah Pendeta Anton Tarigan.

Selepas khotbah acara Rakernas dilanjutkan dengan Focus Group Diskusi (FGD), dengan mengangkat tema : “Peran Pewarna Indonesia dalam Partisipasi Politik Umat Nasrani”, sebagai pembicara utama, Ibu Alida Handau Lampe sebagai Ketua Umum Parkindo 45, Bapak Kamaruddin Simanjuntak Ketua Umum PDRIS, Bapak Apri Hananto Ketum PID, Bapak Dr.dr Ruyandi Hutasoit Sp.U,M.Th Ketua Dewan Pembina PDS.

Yusuf Mujiono Ketua Umum Pewarna dalam kat pembukaannya mengatakan, raketna ke V tahun ini bertema ” Karya warna dalam pergumulan Bangsa” yang terambil dari firman Tuhan Markus 1:3 dan dengan subtema ” peran pewarna dalam partisipasi politik umat nasrani”.

“Pewarna Indonesia menyadari bahwa kehidupan betbangsa dan bernegara membutuhkan banyak karya nyata yang akan memberi warna dalam peliputan sebagai jurnalis nasrani” ujar Yusuf.

“pewarna indonesia berkewajiban untuk mengambil bagian dalam pergumulan Bangsa dan Negara Indonesia” akhir Yusuf.(zul/yun)