Jangan Pilih Calon Pemimpin Perusak Lingkungan

Direktur Walhi Sumbar, Uslaini Himbauan Warga Masyarakat untuk selektif memilih calon pemimpin

Padang.metroindonesia.id | Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Barat, larang masyarakat memilih calon kepala daerah yang lengah dengan lingkungan. Hal ini terkait akan dilaksanakan Pilkada serentak di 14 kabupaten/kota di Sumbar 2020 mendatang.

Direktur Walhi Sumbar, Uslaini menyebutkan, Pilkada di nanti tidak menutup kemungkinan menjadi ruang bagi pelaku usaha ekstratif mendukung pasangan calon untuk memenangkan kontestasi politik. Baik terkait ikut sebagai kontestan, maupun membantu secara finansial.

Pernyataan itu disampaikan Uslaini terkait dengan sistem politik di Tanah Air cenderung transaksional dengan konstituen. Apalagi pasangan calon yang membutuhkan biaya kampanye besar, tentu tertarik membangun komitmen dengan pemodal pelaku perusakan lingkungan.

“Melihat kondisi itu perlu kiranya komitmen kita bersama untuk tidak memilih pasangan calon Pilkada yang berasal dan didukung pelaku usaha yang merusak lingkungan hidup,” ajak Uslaini saat konferensi pers di Padang,

(dikutip Gatra.com | 16 Oct 2019).

Terkait gonjang- ganjing Publik luas pertanyakan proses hukum pelaku pembabatan Hutan Lindung (HL) yang terjadi Nagari Gurun Kec. Harau Limapuluh Kota, konon, disebut- sebut melibatkan RKN, satu calon Wakil Bupati setempat.

Seperti statemen Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung ( KPHL) Agam Raya Sumbar, Ir. Afniwirman, kepada wartawan sebutkan,” sekarang masih proses penyelidikan oleh penyidik Polres Kabupaten 50 kota.

Terakhir saya dimintai keterangan sebagai ahli tentang pengakuan yang bersangkutan (atas nama Andi dan Yahdi- red) adalah tanah ulayat.

Saya jelaskan bahwa berdasarkan peta kawasan hutan sesuai SK Menteri Kehutanan No. 35 tahun 2013, lokasi tersebut adalah kawasan hutan dengan fungsi lindung, ungkap Afniwirman.

Makannya, “Jangan sampai memilih calon yang pura-pura peduli lingkungan. Contohnya pemerintahan sekarang, Gubernur Irwan Praytino meskipun sudah dua periode, tapi tetap lamban dan jauh dari harapan masyarakat menangani dampak lingkungan, konflik tidak terselesaikan, dan dan pengabaian kerusakan lingkungan,” terang Uslaini. (EB/JS).