Polemik Tanaman Kratom, Yessy Akan Upayakan Payung Hukum Pemanfaatannya.

Kapuas Hulu, metroindonesia.id – Legislator Millenial NasDem Dapil KalBar II, Yessy Melania, SE Komisi III menyusuri Kabupaten Kapuas Hulu melihat potensi kearifan lokal ekonomi alternatif bagi masyarakat Kapuas Hulu. Jumat, 27/11/2020.

Dalam kunjungannya, Yessy Melania menyambangi rumah pengolahan Tanaman Kratom menjadi  bubuk Kratom bersama Anggota DPRD Fraksi NasDem Kapuas Hulu. Yessy melakukan dialog kepada pengelola dan masyarakat pekerja terkait potensi Kratom di Kapuas Hulu, Harga jual ditingkat lokal, serta tantangan pengembangan produk dan budidaya tanaman Kratom sebagai kearifan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ruspini, salah seorang petani kratom mengatakan, bahwa harga jual Kratom kering 20.000/kg saat ini. Dirinya juga menyampaikan bahwa dukungan pengembangan produk kratom juga masih minim dari pemerintah, padahal potensinya ada. Terkait perizinan budidaya tanaman, dan jual beli produk serta pengelolaannya

“Dukungan dari pemerintah terkait budidaya tumbuhan kratom sangat diperlukan sebagai ekonomi alternatif masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu”. Ujar Ruspini.

Yessy memahami bahwa perlunya payung hukum bagi Tanaman Kratom agar masyarakat tenang serta optimalisasi pengembangannya bisa memberi dampak ekonomi yang baik ditengah tingginya permintaan dipasar global.

“semua harus diatur agar pemanfaatnya tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggungjawab karena menurut BNN tanaman Kratom masih masuk dalam kategori Narkotika”. Ucap Yessy.

Lebih lanjut, dirinya akan mendorong Kementerian Pertanian untuk segera mengeluarkan hasil kajian dari Kepmentan 104 tahun 2020 yang mengatur Kratom didalamnya. Ia akan terus berjuang dan menyuarakannya di Senayan karena Kratom merupakan tanaman lokal Kalbar yang memiliki potensi ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. Tentu perlu diberikan payung hukum yang jelas bagi masyarakat.

“Pengembangan dan pemanfaatan SDA memperhatikan kearifan lokal daerah yang otentik sesuai kekhasan masyarakat. sesuai amanat UUD bahwa pemanfaatan SDA sepenuhnya bagi kesejahteraan masyarakat. Kedepan diera globalisasi, jika ingin negara maju dan masyarakat sejahtera. Bukan siapa yang terkuat, namun siapa yang tercepat dalam merumuskan inovasi dan kreatifitas serta membaca peluang itulah pemenangnya” Pungkasnya.

Dalam Kunjungan Yessy Melania tetap disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak untuk memutus rantai persebaran covid-19.

oleh : Ade Shalahudin