UP.Parkir DKI Jakarta Tanggapi Informasi, Lakukan Sidak Ke PT.Handy Jaya Sunter

UP.Parkir DKI Jakarta Tanggapi Informasi, Lakukan Sidak Ke PT.Handy Jaya Sunter

 

JAKARTA, metroindonesia.id, Jakarta Utara- permohonan informasi terhadap Unit Pengelola(UP) Perparkiran DKI Jakarta melalui telekomunikasi media sosial direspon cepat dan dengan mendatangi PT Handy Jaya Pratama Sunter Jakarta(26/11/2020) untuk konfirmasi kebenaran informasi terkait dugaan belum adanya Rekomtek dari pihak UP.Parkir Terkait Parkir Kendaraan.

Kasatpel parkir kota administrasi Jakarta utara A.Tumanggor, menginformasikan kepada awak media  bahwa informasi yang masuk ke Pengaduan masyarakat up.parkir langsung ditindaklanjuti, melalui arahan Pimpinan UP.Parkir DKI Jakarta Aji Kusambarto.

Dengan peninjauan langsung diharapkan dapat mengetahui apa yang terjadi karena ada bersinggung dengan instansi lain yaitu CKTRP (citata) Jakut, PTSP Jakut,dan Juga Satpol PP Jakut, dan kami UP.Parkir terkait dengan Rekomtek Parkirnya, jelas Tumamggor.

Informasi lengkap dari A.Tumanggor Kasatpel parkir Jakut (26/11).

“Mohon ijin komandan, menyampaikan hasil tindaklanjut terkait lokasi yang berada di jalan seroja, sunter agung, jakarta utara sebagai berikut :

1. Berdasarkan keterangan dari pihak PT. Handijaya yaitu bapak ali selaku Manager Service bahwa lokasi tersebut akan dipergunakan sebagai gudang kendaraan mobil baru yang akan diperjualkan di showroom mobil Honda yang beralamat dijalan Danau Sunter Barat Blok A1 No.7, Jakarta Utara.
2. Lokasi gudang dimaksud saat ini belum beroperasional karena pembangunannya secara fisik masih tahap finishing.
3. Bahwa Gudang tersebut adalah milik pribadi dan bukan untuk lokasi perparkiran sebagaimana dimaksud pada point nomer 1 (satu) diatas.

“Kita kan urusan parkir, Kalau kami diminta ptsp rekomtek baru kami mainkan, dan yang meninjau ke lokasi pada hari ini Kasatpel pelayanan dan penertiban Up parkir (Bpk J.Damanik) beserta jajarannya” ujar Tumanggor

Media memberitakan apa yang terjadi dilokasi sesuai data dilapangan, dan masyarakatlah yang menilai hasilnya.(Tim).