Manifesto Politik Lokal

Paslon Dadi – Kluisen Pantas Pimpin Kabupaten Melawi 

Melawi, metroindonesia.id – Pesta demokrasi di Kabupaten Melawi akan segera digelar tanggal 9 Desember mendatang. Setiap Pasangan Calon (Paslon) memiliki manifesto politik untuk membangun daerah melalui visi dan misi yang dirancang sedemikian rupa demi kemajuan suatu daerah.

Yakobus Edward Sak, salah seorang tokoh muda kader Khatolik Kalimantan Barat, yang terlibat langsung dalam kancah politik lokal dan nasional yang juga pelaku sejarah era reformasi 1998 menumbangkan rezim Orde Baru (Orba) untuk menuntut demokrasi yang kebijakan bisa berpihak bagi daerah yang pada masa Orba seperti di kebiri.

“Sebagai kader muda Khatolik saya tidak bisa berpangku tangan saat itu, perlu adanya sebuah perubahan besar bagi bangsa ini untuk tatanan demokrasi yang lebih baik dan lebih bermartabat. Dimana saat Orba, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) begitu mendarah daging di kalangan elit politik”. Ujar Edward sapaan akrabnya yang juga aktivis PMKRI Kalimantan Barat, Rabu, 25/11/2020.

Bersama kedua rekannya, Agustinus Joko, dan Yohanes S. Laon, Edward mengajak kaum millenial muda untuk sekedar refleksi sejenak terkait politik, terutama politik daerah saat ini di Kabupaten Melawi yang tak lama lagi akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai manifesto politik lokal.

Kemakmuran ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur menjadi isu strategis pembangunan suatu daerah. Dalam kontestasi Pilkada Melawi menjadi konsumsi publik selama masa tahapan kampanye. Setiap Paslon memberikan harapan dan mimpi indah bagi masyarakat Kabupaten Melawi melalui visi dan misi masing-masing Paslon.

“Setelah melalui kajian secara komprehensif potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya, Kami siap membantu rakyat Melawi untuk memastikan dan memilih Pemimpin Daerah yang mempunyai integritas dan kapasitas lokal yang mampu merealisasikan pembangunan di Kabupaten Melawi”. Tandasnya.

Lebih lanjut, Edward mengatakan, manifesto politik lokal dalam kepemimpinan daerah Kabupaten Melawi yang mampu dan siap memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan adalah Paslon Dadi-Kluisen (DAKU).

Kolaborasi politik dua Politisi-Pengusaha ini memiliki kapabilitas, selain itu juga di dukung dan di sokong oleh Partai Politik yang terbukti konsen melayani rakyat.

“Kami memastikan kepada masyarakat Melawi, bahwa kolaborasi Paslon DAKU mampu menjawab dan memberikan solusi permasalahan yang dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Melawi”. Pungkasnya.

Menurutnya, perbedaan identitas, suku, ras dan agama pada Paslon DAKU bukanlah menjadi permasalahan yang prinsip. Indonesia memang diciptakan Tuhan dengan pluralisme (keberagaman) dan itu menjadi keindahan tersendiri dari bangsa-bangsa lainnya.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Melawi, terutama kaum millenial muda, untuk bersama-sama bergandengan tangan, tanpa harus melihat warna kulit dan bahasa untuk berjuang memenangkan Paslon DAKU di 9 Desember mendatang sebagai gerakan manifesto politik lokal”. Tutupnya.

Oleh : Ade Shalahudin