Swakelola DAK TA 2020 SMKN 1 Petumbak

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Diminta Tinjau Lokasi Proyek

November 19, 2020. Deli serdang (Sumut), metroindonseia.id  – Sejak masa pendemi Covid – 19 melanda negara Republik Indonesia, pengawasan penggunaan anggaran tampak semakin tidak terkontrol.

Seperti halnya pelaksanaan pekerjaan swakelolaa pembangunan SMKN 1 Patumbak  penerima Dana Swakelola Tahun anggaran 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang entah mengapa menjadi anggaran Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Dari informasi dan penijauan langsung di lapangan metroindonesia.id dari tanggal 02s/d 19 november 2020 menemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan maupun prosedural.

Berikut hasil penelusuran :
1. Pengecoran beton bangunan 2 lantai tidak menggunakan produk Ready Mix K175 sesuai peraturan swakelola.tetapi menggunakan bahan manual
2. Fasilitator pengawas yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Sumut melalui Kabid Sarana dan Prasarana tidak memiliki kemampuan teknis kontruksi, serta belum memiliki SKA Kontruksi yang di keluarkan LKPP
3. menggunakan tembok lama menjadi Pembangunan Kelas Baru
4. Fasilitator perencanaa yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Sumut melalui Kabid Sarana dan Prasarana tidak memiliki kemampuan teknis kontruksi, serta belum memiliki SKA Sipil yang di keluarkan LKPP
5. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab tidak menguasai tentang tehnik sipil, kontruksi dan management keuangan termasuk cara menghitung pajak terbukti berpotensi ada kebocoran dalam penggunaan.
6. Diduga adanya penggunaan material kayu sembarang pada kusen jendela dan jenis kayu berkwalitas rendah.
7.para pekerja tidak menggunakan standart pengaman kerja.

8. Anggaran milyaran rupiah yang seharusnya di kerjakan oleh pelaksana berbadan hukum dengan proses tender di kerjakan secara swakelola.

dari penelusuran kru media dan berkonfirmasi langsung kepada kepala sekolah dengan 7 item yang di pertanyakan kru media kepala sekolah hanya menjawab semua pekerjaan sudah saya lakukan sesuai dengan speck gambar dan kalau bapak mau lebih tau dengan bangunan ini bapak boleh tanya sama konsultan saja ujar kepsek kepada kru media.

Karena kepsek tidak tranparan kepada publik dan tidak menguasai tentang tehnik sipil kontruksi.untuk itu diminta kepada korps adiyaksa agar segera menurunkan tim audit untuk memeriksa kebocoran anggaran swakelola yang dilakukan kepsek terhadap pembagunan kelas baru SMKN1 patumbak. [] G.Pasaribu