Dukungan Anggaran Besar, Kinerja KPU Dipertanyakan ?

Anggaran 42 Milyar Untuk Pelaksanaan Pilkada Limapuluh Kota 2020

Sarilamak.metroindonesia.id- Banyak pihak, mempertanyakan amburadulnya kinerja Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Limapuluh Kota, terkait pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 9 Desember 2020 ini. Ada apa gerangan ?

Seperti halnya, pelaksanaan tahapan Debat publik pertama pasangan calon bupati dan wakil bupati Lima Puluh Kota tahun 2020, banyak pihak menyoroti minus kinerja KPU setempat.

Dengan mengangkat tema “Tata Kelola Pemerintahan Dan Pembangunan SDM Yang Berkualitas Dan Profesional”, resmi dibuka pada jam 20:00 sampai selesai di Aula Kantor Bupati Lima Puluh kota. Rabu, 18 November, 2020.

Mencermati penyelenggaraan debat publik ini, terdapat banyak kekurangan dalam penyajian informasi yang dilakukan KPU 50 Kota

Pasalnya dengan anggaran lebih kurang Rp.42 miliar, KPU Limapuluh Kota dinilai terkesan kurang mampu menyelenggarakan tahapan Pilkada. Tak luput perhatian publik, desain
Dekorasi panggung terlihat sembrawut, dan penyajian gambar yang di duga tidak tersampaikan ke setiap elemen masyarakat di Luak Bungsu itu, sehingga pesta demokrasi Kabupaten Limapuluh Kota, terlihat mendung dan tidak sesuai dengan tujuan demokrasi

Muhammad Bayu Vesky tokoh pemuda 50 Kota, yang akrab di sapa Bayu menyesalkan pihak KPU Lima Puluh Kota, terkait penyajian panggung dan gambar pada Akun Instagram KPU Lima Puluh kota. Sebab, rasanya diduga tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia di KPU, demikian sesal tokoh muda Luak Limopuluh Kota itu.

Padahal, “Moderatornyo berkelas. Panelisnya jago-jago. Calonnya hebat-hebat. Penyelenggara dan pengawasnya paten-paten semua. Tapi dekorasi panggung dalam debat publik dan siaran langsung hanya memanfaat di medsosnya..Tentunya peristiwa bersejarah itu tidak bisa disaksi warga, dan bahwa ini adalah pesta demokrasinya Kabupaten Limapuluh Kota.

Bayu, pelaksanaan debat publik calon bupati tersebut, pihaknya menduga tidak sebanding dengan anggaran publik yang dikeluarkan.  Atau barangkali perlu ditambah lagi anggaran Pilkada ini? ” sentil Bayu.

Lebih lanjut, Bayu berharap KPU Lima Puluh kota bisa menyiarkan di seluruh pelosok di Limapuluh Kota ini, sehingga masyarakat bisa menilai juga calon yang akan mereka pilih, tegasnya.

“Mestinya KPU dapat menyiarkan langsung dengan cara memutar layar tancap / virtual di jorong-jorong dan nagari-nagari. Dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sehingga semua masyarakat bisa melihat, yang mana calon pilihannya di tanggal 9 Desember nanti” tutup Bayu Vesky.

Ironisnya lagi, rakyat yang ingin melihat debat putera-putri terbaik di Lima Puluh kota, sudah tidak bisa masuk. Dan pihak KPU juga tidak menyediakan Layar tancap di luar Aula kantor Bupati Limapuluh Kota. Padahal lebih kurang 42 Miliar uang rakyat yang disediakan untuk pesta demokrasi ini, heran Bayu.

Di lain sisi, Arya Gusman yang juga tokoh muda luak limopuluah, mengharapkan kepada anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, untuk memanggil pihak KPU Limapuluh Kota, terkait salah satu fungsinya.

“Kita berharap DPRD kabupaten Limapuluh kota memanggil KPU, untuk melakukan salah satu fungsi nya, yaitu fungsi pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat.

Dan kami juga menyesalkan minimnya sosialisasi baik secara lansung ataupun secara media informasi. ” ujar Arya kesal

Dilain pihak, Ketua KPU, Masnijon, sampai berita ini update, belum berhasil dimintakan konfirmasi seputar tuduhan carut marutnya pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020 di Luak Limopuluah ini. (EB).