Mens sana in corpore sano Dalam Penerapan

Bersama : KH.Dadang Holiyulloh

Mens sana dalam corpore sano adalah ungkapan Latin, biasanya diterjemahkan sebagai “pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat”. Ungkapan ini banyak digunakan dalam konteks olahraga dan pendidikan untuk mengungkapkan teori bahwa latihan fisik adalah bagian penting atau esensial dari kesejahteraan mental dan psikologis.

KH.Dadang Holiyulloh (46 Tahun) Alumni Daarut Tauhid Bandung, angkatan Pertama tahun 1995 (KH Abdullah Gymnastiar) dalam penerapan untuk menjaga tubuh yang Fit dengan sering melakukan olah raga pagi sambil bersadaqoh di daerah sekitar..

Rutinitas berolah raga kita di pagi hari diiringi dengan bersodaqoh dalam arti  setelah kita berolahraga pasti perut ini terasa haus dan lapar,moment seperti ini kita gunakan untuk bersodaqoh cara  menyantap hidangan pagi dan minuman di pinggir jalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,

Maksud dan tujuan agar roda ekonomi di masyarakat berjalan yang menjamin kehidupan yang lebih baik, beda ketika kita makan di restoran yang kita bayarkan terkumpul di rekening bos pemilik restorandan kita tidak tau kemana perputaran kemana.

jadi niat belanja adalah untuk bersedekah membahagiakan pedagang kecil, karena dengan kita Bersodaqoh akan mendatangkan Rejeki yang Banyak.

Selain itu kita bisa berinteraktif dengan para pedagang bagaimana usaha umat muslim yang dibenarkan oleh Aturan agama tanpa meninggalkan tausiah dan zikir. [] D. Lukas

 

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI