Ironis dan Dilematis, Pemda DKI Jakarta Berlakukan Peraturan Karet Dan Tidak Berdaya Untuk Tegakkan Prokes Covid-19

Beredar sangsi denda administratif untuk Habib Muhammad Rizieq

 

Jakarta Metroindonesia.id – Warga DKI Jakarta mencibir dan mempertanyakan ketegasan Pemda DKI Jakarta di bawah komando Gubernur Anies Baswedan dan wakil Gubernur Riza Patria terkait peraturan gubernur (Pergub) , bahkan peraturan pemerintah (PP) serta peraturan menteri (Permen) kesehatan juga Protokol kesehatan Covid-19 tentang Penanganan Pengendalian Penyebaran Virus Corona.

Sejak dari dikebumikannya Setda DKI Jakarta Saefullah di sekitar kediaman almarhum, di mana Almarhum dinyatakan Positif Covid-19 saat meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta, diarak ke Balai Kota yang walau dinyatakan telah mematuhi prokes covid-19.

Sementara itu Yudi Dimyati selaku Kasudin Kesehatan Jakarta Utara sebelumnya menjelaskan, alm Setda Saefullah dimakamkan dipemakaman milik pribadi dari pihak , keluarganya tidak digabung dengan warga terang yudi.

Sedangkan soal prokes saat  kedatangan Habieb Rizieq dengan sambutan lautan manusia di bandara soetta,  itu masuk wilayah Tanggerang, bukan wilayahnya DKI Jakarta.

Terkait acara pernikahan dan. Maulid, sudah ada surat dari Pemda DKI Jakarta, melalui satuan pamong praja (Sat Pol PP), yakni memberlakukan denda Rp 50 juta kepada pihak penyelenggara yang melanggar protokol kesehatan tersebut yang telah diklarifikasi tambah Yudi Dimyati

Berbeda dengan Camat Kelapa Gading Jakarta Utara almarhum Hermawan dikebumikan di TPU Pondok Rangon sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Di mana almarhum sebelumnya di rawat di RSPI Sulianti Saroso Jakarta dan dinyatakan Positif Covid-19.

Berikutnya, Aksi Unjuk Rasa Penolakan Undang-undang Cipta Kerja oleh berbagai elemen masyarakat di ruang terbuka publik, berkerumunnya massa tanpa mempedulikan jaga jarak (physicial distancing), dan dinyatakan oleh pihak medis dan Polda Metro Jaya di antara massa ada yang positif Covid-19.

Akhir-akhir ini saat kedatangan RS petinggi Ormas Islam di bandara Soetta Jakarta terjadi lagi kerumunan massa yang diperkirakan hingga ribuan orang dan tidak mengindahkan prokes covid-19, dan juga pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab dengan pria bernama Irfan Alaydrus, serta gelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang viral di berbagai media sosial.

Dikutip dari akun youtube milik warga DKI Jakarta MDS, mempertanyakan ketegasan pimpinan provinsi DKI Jakarta beserta Jajarannya serta Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta terkait penanganan serta pengendalian penyebaran Covid-19 yang tertuang dalam berbagai Peraturan Gubernur dan Peraturan pemerintah.

Kutipan akun MDS dengan durasi 3 menit 32 detik dengan judul “Adillah pak Anis”. MDS awalnya mengapresiasi tindakan Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP yang begitu mantap di saat menindak pelaku usaha juga warga yang melanggar prokes covid1-19, tetapi MDS kemudian mempertanyakan di mana tindakan tegas dan keadilan Anies selaku Gubernur DKI Jakarta terkait penanganan dan pengendalian pemutusan penularan covid-19 itu sangatlah ironis dan dilematis.[] zul/yun)