Hakim mediasi PN Jaktim Sri Asmarani, SH.CN : Saya Hakim,Berhak Bertanya Kepada Tergugat dan Penggugat, Atas Perintah Surat Edaran MA

Jakarta, Metroindonesia.id, – Sidang Lanjutan Gugatan Eka Nurani cs terkait pembebasan lahan yang terletak di kelurahan Cakung Barat Kecamatan Cakung Kota Administerasi Jakarta Timur di gelar di PN Jaktim dengan agenda mediasi,(3-11-2020).

Firman SH, hari ini Selasa 3 November 2020 sidang mediasi dalam perkara No.258/Pdt.G/2020 /PN.JK.T, seharusnya digelar bersama tergugat, yaitu PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT. JIEP), PT.Honda Astra Motor, PT.Agung Sedayu Group, PT.Citra Abadi Mandiri, Lurah Cakung Barat, Walikota Jakarta Timur, Kepala Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jakarta Timur atas pembayaran atau pencairan Uang pembebasan tanah Aquo pertanggal 20 agustus 2019.

“yang hadir dalam mediasi tergugat 1 (PT.JIEP), dan tergugat 2 PT.Honda Astra, Tergugat 3 (PT. Agung sedayu) tidak Hadir,” Jelas Firman

“Sementara,Tergugat 4 PT. Citra Mandiri hadir kuasa hukumnya”. tambahnya

Turut tergugat, Lurah Cakung Barat (Ridwan Dulhadi), Walikota Jakarta Timur, dan BPN Jaktim juga tidak hadir.

Firman SH, mengatakan Hakim mediasi Sri Asmarani, SH.CN. membuka acara, lalu mempersilahkan penggugat menyampaikan isi gugatan untuk di mediasikan, lalu Penggugat menyampaikan, bahwa penggugat adalah ahli waris dan sejauh ini penggugat belum menerima ganti rugi atas pembebasan tanah oleh para Tergugat, serta ada fakta Tergugat 3(PT.Citra Mandiri) menyatakan secara tertulis, bahwa tanah yang digugat merupakan milik T3.

Setelah Penggugat menyampaikan 4 hal tersebut. Maka Hakim mempersilahkan Tergugat 1(T1), untuk menanggapi, kata Firman

Menurut kuasa T1(PT.JIEP), minta maaf belum bisa menghadirkan Principle, dan pada mediasi yang akan datang akan menghadirkannya, masih nenurut T1, bahwa benar tanah seluas lebih kurang, 3,8 Ha adalah tanah dalam pengelolaannya berdasarkan SK Gubernur, namun kami belum bisa menjelaskan apakah tanah seluas tersebut termasuk tanah penggugat, Dan di dalam lahan tersebut, sepanjang yang kami tahu ada tanah dalam pengawasan T2(Honda Astra Motor). Tapi kami tidak tahu bagaimana cara penguasaannya, penuturan Firman.

Hakim Mediasi Sri Asmarani, SH.CN, ketika menanyakan principlenya tergugat 4 PT.Citra Mandiri belum hadir, kuasa Hukum T4 mengatakan “tidak ada kewajiban kami untuk membayar,untuk melayani gugatan penggugat, karena kami tidak ada urusan, hubungan,sehingga perkara ini langsung saja masuk ke pokok perkara pada saat nanti dipersidangan, kata Firman.

Jawaban dari Kuasa Hukum T4 membuat Hakim Mediasi Sri Asmarani menjelaskan dengan Tegas “saya ini diperintahkan atas surat edaran MA(Mahkamah Agung), bahwa mediasi ini penting, karena ini merupakan satu tahapan,kalau mediasi ini tidak ada kata sepakat, baru masuk ke persidangan, tentu karena ini pertama, saya ini berhak bertanya, saya Hakim, saya berhak bertanya kepada tergugat 1 dan penggugat, dimana mereka sudah memberikan penjelasnnya, keterangan Firman SH.

Kuasa Hukum dari PT.Citra Mandiri langsung meninggalkan ruangan Mediasi dan PN Jaktim tanpa dapat dikonfirmasi terkait hasil persidangan.

Dengan kondisi belum bisa hadirnya principle dan juga para tergugat dan turut tergugat, sidang dilanjutkan pada 10-11-2020, akhir penjelasan Fitman SH selaku kuasa Hukum Eka Nurani cs.(zul)