Fasos dan Fasum Perumahan Nambo Residence Belum Terpenuhi

Bogor, metroindonesia.id – Pembangunan perumahan Nambo Residence di atas lahan seluas 7 Hektar belum memiliki fasos dan Fasum sementara tingkat hunian sudah mencapai kurang lebih 500 warga.

Kegiatan pembangunan perumahan menjadi perhatian khusus kepala desa Sukajaya, Hayatuzen yang masuk di Kecamatan Taman Sari Kab Bogor, karena belum ada tempat sarana ibadah, Pos Kesehatan dan sarana lainnya.

Kepada metroindonesia.id, Hayatuzen    menyampaikan pihak pengembang PT. Satrio Bongkar Jagat Belum mentaati  peraturan pemerintah untuk lokasi pemakaman sebagai mana di atur pada  pasal 1 PP Nomor 9 Tahun 1987.

Permedagri no 9 tahun 2009 yang mengatur perumahan bersusun dan rumah susun poin 1 mengatur tentang penyediaan  sarana perniagaan /perbelanjaan point’ ke 2 harus menyediakan sarana pelayanan umum dan pemerintah,sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana pribadatan, sarana rekreasi dan olah raga, sarana pemakaman.selain peraturan ini..masih banyak lagi undang undang yang dapat menjerat pihak pengelola perumahan .Berdasarkan pasal 151.undang undang no1tahun 2011 .penyelengara perumahan dapat dikenakan sanksi pidana”.ujar nya

Pemesanan hub WA 085888691027

Di sisi lain Beni mantan Security perumahan menyampaikan banyaknya penghuni perumahan yang melakukan take over karena tidak tersedianya fasos fasum yang seharusnya 30 % dari luas lahan harus sudah tersedia.

Sementara itu ketua RW 07 Soleh pada Rabu (4/11) membenarkan kompleks perumahan seluas 7 Hektar belum memiliki fasilitas yang di butuhkan warga sehingga banyak warga yang keluar masuk dan tidak terdeteksi.

Sampai berita ini di turunkan, pihak direksi belum membalas surat dari lurah terkait fasos fasum yang belum tersedia lima bulan yang lalu.[] Iwan Santahak/Subroto