Kepala SMK Citra Pariwisata Tepis Pemberitaan

Terkait Penahanan Ijazah Peserta Didik.

Bogor,Metroindonesia.id –
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan( SMK) Citra Pariwisata Kota Bogor merasa geram terkait adanya tudingan dari beberapa Media Online yang telah menayangkan pemberitaan terkait dengan penahanan ijazah empat orang lulusan sekolah tersebut.

Menurut Kepala SMK Citra Pariwisata Sutisna,S.Pd. MM.Pd. kepada Metroindonesia.id mengatakan, sangat menyesal dengan apa yang dilakukan oleh oknum Wartawan dari Media Online yang juga mengaku sebagai kader salah satu partai politik. Bahkan berani memberikan statemen yang kami nilai tidak profesional dan tidak akurat sehingga mencemari nama baik sekolah, termasuk Yayasan Cerdas Insani Batutulis dengan pemberitaanya tersebut,”ungkapnya.

Bagaimana dengan subsidi silang ?

Ditambahkannya,seharusnya sebelum menayangkan suatu pemberitaan, wartawan wajib melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada semua pihak yang berkompeten. Bukan hanya dari satu sumber saja dan itupun tidak jelas kebenarannya hasil komentar yang diberikannya oleh sumber tersebut alias “Hoax” termasuk komentar dari berbagai sumber yang ternyata hanya rekayasa saja. Apalagi bertujuan untuk mengintimidasi atau menakut-nakuti salah satu pihak dalam hal ini sekolah kami. Sedangkan terkait dengan ijazah yang masih ditahan di sekolah merupakan kewenangan kami untuk menahan sesuai dengan penyelesaian administrasi keuangan dari mereka, intinya adalah “simbiosis mutualisme “sehingga tidak dirugikan satu sama lain,”tegasnya.

Bagaimana Masa Depan Anak Didik tanpa ijasah karena orang tuanya miskin ?

Sementara menurut para orang tua Siswa yang diberitakan antara lain, Suprabawati (ibunda Sanjaya Saputra dan Yahya Supriyatna), Nurhayati (ibunda dari Siti Fadilah) dan siswa lain atas nama Devi Permatasari kepada Metroindonesia.id mengatakan, terkait dengan adanya pemberitaan yang sudah ditayangkan oleh beberapa Media Online bukan permintaan kami, bahkan kami sangat malu dan seharusnya berterimakasih kepada pihak sekolah yang begitu besar perhatiannya terhadap anak-anak kami yang menimba ilmu di sekolah ini, serta berbagai kebijakan diberikan sehingga mereka berhasil lulus menamatkan sekolah.” Katanya.

“Kami selaku orang tua siswa menyadari dengan adanya keterkaitan tunggakan untuk penyelesaian administrasi sehingga ijazah tertahan di sekolah merupakan hal yang wajar. Kedatangan kami ke sekolah tentunya untuk pengajuan terkait bantuan Pemerintah agar meringankan beban buat kami, sisanya akan kami cicil untuk menyelesaikannya administrasi terkait dengan pengambilan ijazah tersebut. Sekolah ini sudah banyak kebijakan, dulu ulangan, PKL, dan Ujian pun selalu dimaklum asal orang tuanya datang ke sekolah.” Tambahnya.

Ade Ridwan Setiadi selaku Kepala Tata Usaha (TU) SMK Citra Pariwisata ketika diminta keterangan terkait berita yang sama kepada Metroindonesia.id membenarkan, menurutnya kami hanya menjalankan tugas kami untuk tertib administrasi.” Jelasnya.

Dia juga membenarkan kronologi kejadian saat oknum wartawan datang ke sekolah. “Orang tua tersebut datang dengan wartawan yang mengaku juga sebagai orang partai politik, menuduh kami melakukan Markup tapi tidak membawa data apapun sambil mengancam kami.”

Di tempat terpisah Ketua Yayasan Cerdas Insani Batutulis Sonny Arfan, ST kepada Metroindonesia.id mengatakan, ”Dengan adanya pemberitaan yang tujuannya untuk mencemari nama baik sekolah ini jelas sudah menyalahi kode etik jurnalistik, sedangkan seorang Wartawan seharusnya mengetahui apa yang dikatakan sesuai 5W 1H, jadi tidak asal-asalan membuat pemberitaan yang bersifat hanya menguntungkan salah satu pihak.” tuturnya.

“Jadi bantuannya belum cair, oknum wartawan tersebut memaksa kami untuk menyerahkan ijazah saat itu juga, padahal sedang diajukan sesuai juknis yang tertuang dalam Peraturan Walikota Bogor nomor 6 tahun 2020. Mungkin niatnya membantu namun caranya tidak elok dan terkesan pilih-pilih, kalau nanti ada alumni yang minta bantuan serupa akan saya arahkan menemui beliau yang baik hati.” Jelasnya sambil tersenyum.

Beberapa alumni SMK Citra Pariwisata yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada Metroindonesia.id mengatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada pihak sekolah serta Yayasan Cerdas Insani Batutulis yang sudah memberikan kesempatan untuk bersekolah disini sampai lulus, dan sekarang sudah bekerja. Allhamdulillah kami bisa mencicil tunggakan, sebentar lagi dari hasil keringat sendiri.” lmbuhnya. [] Red.