Plang Pembangunan Mesjid Dirusak

Dimana Tanggung jawab Walikota Depok

Depok, metroindonesia.id – Akibat Pengrusakan plang rencana pembangunan mesjid Jami Pangeran Achmad Bolonson yang berada di wilayah RT 05/09 Kel. Harjamukti Cimanggis Depok, warga masyarakat menuntut Walikota ikut bertanggung jawab.

Hal tersebut di sampaikan ahli waris R. Daden dari keturunan pangeran Achmad Bolonson kepada metroindonesi.id ( 25/10) di dekat lokasi kejadian, ” Keluarga Ahli waris Pangeran Achmad Bolonson sudah mengajukan permohonan audensi untuk rencana pembangunan mesjid melalui surat dari bulan Agustus kemarin yang di tujukan kepada lurah Harjamukti, Camat Cimanggis dan Walikota Depok, namun tidak mendapat respon atau tanggapan, ”

Lain halnya Lurah Harjamukti yang menyatakan plang mesjid tersebut belum mendapat ijin pihak terkait termasuk pemilik tanah hal tersebut di sampaikan lurah Harjamukti kepada pimpinan redaksi metroindonesia.id melalui pesan singkat WhatsApp.

Dari hasil penelusuran di temui lambannya birokrasi yang ada di Kantor Walikota di mana surat ahli waris baru di disposisi kan pada bulan 8 September 1 bulan kemudian di Protokol Walikota yang kemudian di disposisi kan kembali ke PMPTSP yang sampai saat ini belum di terima balasannya.

Ijin Gereja di Persoal warga

Buntut dari pengrusakan plang pembangunan mesjid Jami, kini warga mempersoal ijin pembangunan gereja DDN di wilayah yang sama, berikut alas hak dari tanah yang di kuasai pihak gereja.

Masyarakat muslim melalui metroindonesia.id menghimbau Walikota Depok segera turun ke lokasi dan menjelaskan kepada publik atas tudingan Lurah Harjamukti yang menyatakan pembangunan mesjid tidak miliki ijin.[] Red