Wujudkan Pilkada Damai

Ormas Dayak Kalbar Gelar Focus Group Discussion

Pontianak, metroindonesia.id-Dalam mewujudkan Pilkada yang sehat, aman dan damai di Provinsi Kalimantan Barat, Rabu,22/10/2020 pukul 09.00 wib, Organisasi Masyarakat Dayak Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Kapuas Palace. Adapun tema yang diangkat adalah “Komitmen Ormas Dayak Dalam Mewujudkan Pilkada Yang Sehat, Aman dan Damai di Provinsi Kalimantan Barat.

FGD dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Kakesbang Linmas-Pol Propinsi Kalbar serta di hadiri 30 Organisasi Masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Hermanus mengatakan dalam dunia politik, tidak hanya lembaga KPU, Bawaslu, tetapi ormas juga ikut andil dalam kegiatan politik, karena masih kurangnya partisipasi masyarakat kita dalam dunia politik. berkenan dengan kegiatan ini kita pasti menggandeng berbagai instansi dan ormas dalam penyelenggaran pemilu tahun 2024.

“Kegiatan ini sangat positif, terutama ormas untuk menjaga netralitas, kita memiliki tugas dan tanggung jawab mensosialisasikan Pilkada tahun 2020 ini.
Saya juga mengharapkan FGD dapat berjalan dengan baik dan olehnya, pemahaman-pemahaman kita Tentang Pilkada dapat lebih baik”. Pungkasnya

Sementara itu, Jakios Sinyor mengatakan jangan menjadikan simbol-simbol Dayak untuk kepentingan politik sebagai ormas tidak boleh terlibat politik praktis, tapi juga tidak apatis terhadap politik. Sekurang-kurangnya ada 3 komitmen orang Dayak yang harus dipegang. Pertama, Sekali dayak dia tetap dayak apapun agamanya. Kedua, orang Dayak harus mampu berbahasa daerah, disitulah kita mampu mempertahankan budaya. Ketiga menjunjung tinggi budaya dan adat.

“Saya mengingatkan ormas memiliki peran yang sangat penting dan harus bersinergi dengan aparat dalam menjaga keamanan, khususnya pelaksanaan Pilkada di 7 Kabupaten yang ada di Kalbar”. Tandasnya.

Yulius Yohanes, salah seorang dari 3 pemateri pada FGD tersebut menyampaikan Bahwa netralitas organisasi Dayak pada Pilkada mutlak demi tegaknya keamanan dan ketenangan serta ketentraman, terutama Persatuan dan kesatuan. Apabila tidak mempedomani Undang-Undang tentang ormas terkait dengan netralitasnya sebagai ormas dalam Pilkada maka ijin ormas tersebut dapat dicabut atau keberadaan ormas tersebut dapat dibekukan atau dibubarkan.F

“Fungsi ormas dapat memberikan jaminan bahwa masyarakat aman dan damai, netralitas bukan berarti diam tapi dengan netralitas itu kita bersikap untuk menjelaskan program-program tentang pemilu sehingga partisipasi masyarakat semakin meningkat”. Paparnya.

Netralitas bukan berarti diam tapi dengan netralitas itu kita bersikap untuk menjelaskan program-program tentang pemilu sehingga partisipasi masyarakat semakin meningkat.

“Kampanye-kampanye damai ormas Dayak jangan sebatas deklarasi saja, tetapi secara konsiten. Sebaiknya sebagai ormas hingga jajaran paling bawah sebagai organisasi harus benar-benar netral serta cerdas dan bijak memilah dan memilih informasi sehingga berita atau informasi seperti hoax, ujaran kebencian dapat difilter dan diluruskan sehingga peran ormas dapat membangun wawasan dan cakrawala pikir untuk berdemokrasi yang baik dalam pilkada serentak di tujuh kabupaten wilayah Kalimantan Barat” paparnya.

Dirinya juga menyampaikan Netralitas organisasi Dayak pada Pilkada mutlak, demi tegaknya keamanan dan ketenangan serta ketentraman dan lebih jauh tentang Persatuan dan kesatuan dan apabila tidak mempedomani Undang-Undang tentang ormas terkait dengan netralitasnya sebagai ormas dalam Pilkada maka ijin ormas tersebut dapat dicabut atau keberadaan ormas tersebut dapat dibekukan atau dibubarkan.[] Ade Shalahudin.

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI