Pengobatan Alternatif Extra Herbal Belum Kantongi Izin Praktek

Melawi, metroindonesia.id– Kepala Bidang Pelayanan Pengaduan dan Perizinan Umum (PPPU) Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Melawi, Eduardus Arnaldo. Selasa, 21/10/2020 mengatakan kepada awak media ” bahwa pengobatan alternatif Extra Herbal yang beroperasi sejak Maret – Oktober 2020, di desa Sidomulyo kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah”.

Sehari sebelumnya, saat di wawancarai awak media, Said pengelola pengobatan alternatif extra herbal Nanga Pinoh mengaku sudah memiliki izin usaha dari pemerintah daerah. namun saat diminta menunjukkan dokumen izinnya, Said tidak dapat menunjukkannya dengan berbagai alasan.

Untuk menelusuri informasi tersebut metroindonesia.id mendatangi DPMPTSP Kabupaten Melawi untuk melakukan konfirmasi perihal pengakuan Said, dari pihak Extra Herbal.

“Kami sudah ada izinnya dan sudah ke dinas jadi tidak perlulah kami tunjukkan. masyarakat juga sudah tau keberadaan kami di sini” dalihnya.

Eduardus Arnaldo, Kabid. PPPU DPMPTSP ketika di konfirmasi membantah pengakuan dari pihak Extra Herbal, bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah menerbitkan izin kepada Extra Herbal. Untuk membuktikannya saat itu juga Arlando didampinginya Kepala Seksi PPU, Rahmat Mauludin melakukan inspeksi mendadak ke lokasi dimana Extra Herbal membuka prakteknya.

Alhasil, setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, tidak ditemukan izin praktek terhadap usaha pengobatan alternatif tersebut.”Hingga saat ini kami belum pernah menandatangi atau menerbitkan dokumen izin kepada pihak Extra Herbal. Dipastikan Extra Herbal belum memiliki izin untuk membuka prakteknya.

Kami akan memberikan surat teguran atau peringatan kepada pihak Extra Herbal agar segera mengurus izinnya terlebih dahulu”. Ujarnya.

Lebih lanjut, Eduardus. Arnaldo mengatakan surat peringatan atau teguran tersebut akan dilayangkan kepada pihak Extra Herbal agar segera mengurus izin usahanya. Jika tidak diindahkan terpaksa kita akan melakukan penyegelan tempat usaha tersebut.

“Surat peringatan atau teguran akan diberikan sebanyak tiga kali, jika tidak di indahkan sampai batas waktu yang ditentukan terpaksa kita akan segel tempat usahanya tersebut, untuk sementara pihak Extra Herbal kami minta agar tidak beroperasi dulu sampai izinnya selesai”. Tandasnya.

Reporter: Ade Shalahudin Al ayubi

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI