Koalisi Umat Pembela Masjid Ajukan Tiga Tuntutan

Jakarta, metroindonesia.id – Koalisi Umat Pembela Mesjid yang terbentuk satu hari setelah dirobahkannya plang rencana pembangunan mesjid Pangeran Ahmad Bolonson 10/10 oleh warga yang di bekingi oknum aparat berbuntut panjang.

Aksi meminta copot Kapolres Depok

Berbagai perwakilan dari elemen masyarakat mengadakan aksi demo menuntut di copotnya Kapolres Depok dengan alasan telah melakukan tindakan melawan hukum dengan mengirimkan pasukan bersenjata lengkap untuk persoalan perdata murni pada sengketa lahan dengan warga yang mengaku kelompok DDN sehingga jatuh korban dari kuasa hukum  ahli waris pageran Ahmad Bolonson dengan luka patah tulang pada kaki kananya, hal tersebut disampaikan pada orasinya.

Aksi didepan kantor pusat partai Nasdem

Copot Kanit Harda Markus Simare mare

Selain mendesak Kapolri mencopot Kapolres Depok dari jabatannya, peserta aksi demo juga mendesak Kapolri mencopot Kanit Harda Akp Markus Simare Mare, hal tersebut disampaikan pada orasi masa di depan kantor Mabes Polri 19/10.

Pecat Robert Rouw dari Kader partai Nasdem

Sebelum menjalankan aksi demo didepan kantor Mabes Polri, sebelumnya peserta aksi masa juga melakukan demo di kantor pusat partai Nasdem di kawasan Menteng Jakarta pusat, yang pada orasinya mendesak ketua umum Partai Nasdem memecat Robert Rouw sebagai kader dan politisi partai.

Kepada metroindonesia.id ahli waris Pangeran Ahmad Bolonson Raden D., menyampaikan dugaan dalang dari eksekusi lahan yang tanpa putusan pengadilan dilakukan oleh Robert Rouw, dengan bukti di pampang plang atas nama Robert Rouw dengan Sertifikat Hak Milik nomor 02899 milik Anneke di atas lahan milik ahli waris yang berlokasi di RT 05/09 Harjamukti, Cimahi. Depok.

Dari hasil penelusuran metroindonesia.id ditemukan data dari website milik mahkamah agung, diketahui lokasi SHM 02899 terletak di Tanah Baru Kecamatan Beji Depok, ” maka dibutuhkan keabsahan dan sikap netral BPN Kota Depok untuk menjelaskan ke Publik asal usul terbitnya SHM 02899 an. Anneke. Ujar Ahli waris [] Red.