Desa Upit terima 160 kWh meter listrik perdesaan dari PT KAS.

Desa Upit terima 160 kWh meter listrik perdesaan dari PT KAS.

Melawi, metroindonesia.id-Perseroan Terbatas Kandaruang Andela Sarana (PT. KAS), mendatangkan lebih kurang 160 Kwh Meter listrik di Desa Upit, kWh tersebut merupakan tindak lanjutS enin (19/10/20)

program PT KAS terhadap 14 desa di Kabupaten Melawi yang akan dibangun energi listrik tenaga hybrid dan jaringan internet. kWh diserahkan langsung kepada pemerintah Desa Upit yang disaksikan perangkat desa sekaligus penandatangan Berita Acara serah terima barang, 28/9/2020 lalu.

Agustinus Sabino, selalu Direktur Utama PT. KAS mengatakan bahwa untuk kloter kedua kWh listrik akan menyusul. pada tanggal (22/10) mendatang akan datang Tim virtual account atau Tim identifikasi pelanggan untuk melakukan validasi kepada 10 desa penerima manfaat energi listrik tenaga hybrid dan jaringan internet.

“Pada kloter pertama telah dilakukan virtual account dan validasi terhadap 4 desa yaitu desa Upit, Entebah, Nyanggau, dan desa Laman Mumbung. Sedangkan untuk virtual account kloter kedua akan dilakukan kepada 10 desa penerima manfaat energi listrik tenaga hybrid dan jaringan internet”. Ucapnya.

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan pada kloter kedua 10 desa yang akan dilakukan virtual account dan validasi adalah desa Teluk Pongkal, Tangkit, Nanga Libas, Gelata, Ganjang, Togan Baru, Harapan Jaya, Laja, Maris dan Desa Merpak. Virtual account yang akan dilaksanakan pada kloter kedua akan di dampingi oleh pihak perbankan yaitu PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Tim validasi lebih kurang 1 Minggu berada di Kabupaten Melawi untuk melakukan validasi nomor ID pelanggan.karena ke depan pembyaran listrik warga yang sudah terpasang menggunakan voucher/token”. Jelas Agus.

Dikatakan Agus, memasuki tahapan kontruksi bulan Oktober PT. KAS sedang merakit tiang listrik untuk jaringan kabel listrik. Total keseluruhan dari 14 desa di 20 titik pembangkit listrik tenaga hybrid lebih kurang 38 Km jaringan saluran udara, kabel dan tiang listrik. Untuk kloter pertama pembangunan listrik dan jaringan internet di 4 desa akan selesai sebelum bulan februari 2021.

“Di Tiga (3) desa yang diakselerasi Pembangunan saat ini sudah menerima lebih kurang 160 unit kWh meter listrik. Target normal pengerjaan 3 bulan. Terkait pabrikasi kami masih menunggu karena memang membutuhkan waktu yang lama, karena tarnsmisi di drop dari luar negeri. Jika sudah selesai maka akan di kirim secara kolektif ke Kabupaten Melawi untuk selanjutnya dilakukan pengerjaannya”. Tutup Agus.( Red)

(Ade Shalahudin Al ayubi)

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI