Penggunaan Dana BOS SMPN 20 Medan Dipersoalkan

Medan, metroindonesia.id – Penggunaan dana BOS SMPN 20 Medan di Persoalkan karena tidak ada keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

Dari informasi yang di dapat metroindonesia.id ada dugaan pembayaran honorarium dengan menggunakan dana BOS melebihi dari 15 % sesuai ketentuan Juklak Juknis sementara peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020 memberikan kewenangan kepada para kepala sekolah untuk dapat menggunakan dana BOS Reguler untuk membayar honor guru bukan aparatur sipil negara (ASN). Persentase juga tidak lagi dibatasi maksimal 50 persen, tetapi bisa lebih.

Selain itu ada informasi penggunaan anggaran evaluasi pembelajaran senilai tw1 Rp 4.250.000, tw2 Rp 79.565.000 tw3 Rp 2.750.000 dan tw4 Rp 9.500.000. dan lembar ujian siswa. dan langanan daya dan jasa pada tw1Rp 48.465.000.tw2Rp 32.465.000.tw3 Rp 31.715.000 dan tw4 Rp 31.715.000.

Dari informasi yang di terima, insan media meminta kepala SMPN 20 Medan Halpan Siregar berlaku arif dan meluruskan kebenaran data yang sudah beredar agar tidak menjadi kesalah pahaman, dan asumsi yang buruk di masyarakat termasuk persoalan pengadaan LKS, Seragam sekolah dan atribut lainnya pada 2018 tentang alasan di SP3 oleh pihak Polres Belawan.

Hal tersebut semata disampaikan agarĀ  UU no 30 tahun 2002 dan UU no 28 tahun 1999 pasal 55 tentang penyelengaraan negara bersih dari KKN dan dugaan manipulasi data yang mana ini jelas bertentangan dengan PP NO 54 tahun 2003 pasal 33 menjelaskan bahwa setiap orang yang mempunyai tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian. [] G.P