Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Blokir Nomor Kontak Pimpred

Jakarta, metroindonesia.id – Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda selaku pejabat publik di nilai tidak memiliki etika dalam berkomunikasi dengan tidak merespon, bahkan memblokir nomor kontak dari aplikasi WhatsApp milik Pimpinan redaksi metroindoneaia.id.

Tidak berani bertanggung jawab

Terakhir berkomunikasi pada tanggal 9 September 2020 menanyakan maksud dan tujuan Lurah Pakan Sinayan Zailendra yang datang ke kota Pekan Baru bersama Notaris menemui salah satu ahli waris sawah kareh yang rencananya akan di bangun mesjid Agung Payahkumbuh.

Informasi tersebut didapat melalui hubungan selular dengan anak ahli waris laki laki Andreas  satu satunya yang tinggal Kota Duri Riau, yang mengkhawatirkan kondisi kesehatan ibunda tercinta yang saat ini sudah berusia hampir 90 tahun.

Ada Perjalanan Dinas Ke Duri. Pakai anggaran siapa ya.

Melalui pesan singkat WhatsApp saat di konfirmasi, Lurah Zailendra tidak bisa menjelaskan apakan memiliki surat perjalan dinas, malah mempersilahkan metroindonesia.id menanyakan langsung ke Tomi pegawai dari Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Payakumbuh.

Redaksi baru menyadari nomor telah di blokir pada tanggal 18 September lalu dengan tidak di respon dan tidak ada warna biru pada contoh dua terkirim, yang membuat metroindonesia.id tertantang ada apa di balik pembebasan lahan yang tidak memiliki payung hukum yang jelas, dimana dalam UU nomor 2 tahun 2012 tentang pembebasan lahan tidak menjelaskan adanya pembangunan mesjid bagian dari UU.

Tapi mengakunya sudah sesuai UU tersebut namun penilaian non fisik tidak di lakukan seperti, Solatium dimana tanah sawah kareh merupakan tanah Pusako tinggi yang memiliki nilai historis yang tinggi, yang dimana telah di atur dalam UU nilai ganti rugi 30 % dari nilai fisik di hilangkan.[] Red