Lurah Dadap; Paguyuban VTB Ingin Merebut Lahan, Perebutan Berkat?

Tangerang – metro indonesia.id, Pernyataan Fauzi Lurah Dadap Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang pada acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin 21/09/20 di gedung Dewan dengan komisi IV sontak membuat warga kecewa.

Pernyataan Fauzi dalam RDP “dulu warga warga Villa Taman Bandara (VTB) pernah datang kesaya, saya bilang tunggu dulu, ini kayaknya ada paguyuban perebutan berkat, paguyuban perebutan lahan” kata Fauzi

Acara RDP dengan komisi IV dihadiri dari Dinas Perumahan dan Dinas Tata Ruang kabupaten Tangerang membahas Fasos dan Fasum di Perumahan Villa Taman Bandara sudah 32 tahun belum diserahkan kepada pemerintah.

Apa yang dikemukakan Fauzi, menurut warga sangat tidak memihak kepada warga VTB, malah Fauzi menuduh ada Paguyuban rebutan berkat dan rebutan lahan.

Salah seorang warga VTB saat ditemui metro Indonesia dan tidak ingin disebut namanya mengatakan “kok pak lurah ngomong gitu ya, setahu saya lurah Fauzi belum pernah datang ke Villa (VTB) saya setuju banget kalau pak lurah ungkap siapa itu paguyuban yang ingin rebut berkat dan rebut lahan, saya harap pak lurah tidak sebar fitnah” ucap warga

Dalam acara RDP, Suryani onggota komisi IV DPRD kabupaten Tangerang mempertanyakan kepada Lurah “apakah pak lurah mengetahui kutipan yang dilakukan RT, ini sudah bertahun-tahun, ini pungli” tanya Suryani

Saat dikonfirmasi di eks gedung DPRD seusai acara RDP, Robinson Simanjuntak ketua umum LSM GARDA P3ER mengatakan “saya juga kaget dengan pernyataan Lurah Dadap ada tuduhan paguyuban rebutan berkat dan rebutan lahan, kalau benar ini akan kami tindaklanjuti” tegasnya

Tambahnya “kami LSM GARDA P3ER selama ini memperjuangkan aspirasi hak warga VTB atas Fasos dan Fasum, bila pernyataan Lurah Dadap pada RDP tidak benar, LSM GARDA akan somasi Lurah melalui biro hukum dan bupati Tangerang, sekalian kami akan menyampaikan ke Bupati Tangerang supaya lurah Dadap dikasih pelatihan tentang pemahaman UU konstitusi RI, bagaimana kedaulatan ditangan rakya, dan lurah sadar bahwa dia pelayan masyarakat” kata ketua umum LSM GARDA P3ER

“Kami juga sudah membuat laporan ke pihak berwajib atas kutipan uang pemanfaatan Fasum dikomersilkan dengan stempel RT, kok bisa pemerintah tidak tahu kutipan sudah puluhan tahun, kami tindaklanjuti agar terbongkar sipa-siapa yang ikut menikmati kutipan yang dipertanyakan Suryani anggota komisi IV, apa ini yang disebut Lurah rebutan berkat dan rebutan Lahan” tegas Robinson

Beberapa warga yang hadir juga heran, pada saat RDP ikut hadir ketua RW.10 kelurahan Dadap patut dipertanyakan, diundang atau mewakili warga? kalau diundang kenapa tidak diminta pendapatnya saat RDP, kalau mewakili warga kenapa saat ada di gedung tidak mau menyapa warga, “apalagi pak Lurah negur kita warganya juga nggak” kata warga yang ikut RDP (Notoyudo)